Banyak orang membeli printer untuk kebutuhan sesekali, misalnya mencetak tugas, formulir, atau dokumen bulanan. Anehnya, printer jarang dipakai justru lebih sering bermasalah daripada printer yang dipakai setiap hari. Saat Anda akhirnya perlu mencetak dokumen penting, hasilnya malah bergaris, pudar, atau printer tidak mau menarik kertas.
Kabar baiknya, semua itu bisa dicegah dengan perawatan sederhana. Artikel ini membahas masalah yang sering muncul, 7 kiat perawatannya, dan jadwal yang mudah diikuti.
Mengapa Printer yang Jarang Dipakai Mudah Bermasalah?
Printer dirancang untuk bekerja secara berkala. Bila terlalu lama menganggur, komponennya tidak bergerak dan bahan cetaknya tidak mengalir. Masalah yang paling sering muncul:
- Tinta mengering dan menyumbat kepala cetak, terutama pada printer inkjet
- Hasil cetak bergaris, pudar, atau warna hilang akibat nozzle yang tersumbat
- Debu menumpuk di dalam dan di luar printer
- Roller kertas mengeras atau licin, sehingga kertas sulit tertarik atau sering macet
- Kertas lembap atau menempel karena disimpan kurang baik
- Driver tidak lagi cocok setelah sistem operasi diperbarui
7 Kiat Perawatan Printer yang Jarang Dipakai
1. Nyalakan dan cetak secara berkala
Ini kiat terpenting, terutama untuk printer inkjet. Cetak satu halaman uji berisi teks dan warna sekitar seminggu sekali. Bila tidak memungkinkan, usahakan setidaknya dua minggu sekali. Mencetak membuat tinta terus mengalir sehingga kepala cetak tidak mudah mengering. Hanya menyalakan printer tanpa mencetak biasanya kurang efektif.
2. Matikan printer dengan benar
Gunakan tombol power, jangan langsung mencabut kabel listrik. Printer akan mengembalikan kepala cetak ke posisi tertutup yang melindunginya dari udara dan debu. Bila kepala cetak dibiarkan terbuka, tinta lebih cepat mengering.
3. Simpan printer di tempat yang tepat dan lindungi dari debu
- Letakkan di permukaan datar, di ruangan dengan suhu stabil, tidak lembap, dan jauh dari sinar matahari langsung.
- Tutup penutup dan tray saat tidak digunakan.
- Gunakan sarung printer dari kain. Hindari plastik rapat karena dapat memerangkap udara lembap.
4. Simpan kertas dengan benar
Kertas yang lembap atau melengkung mudah macet dan membuat roller cepat kotor. Simpan kertas di tempat kering dalam kemasan tertutup, dan jangan membiarkan tumpukan kertas di tray dalam waktu lama. Bila printer akan lama tidak dipakai, keluarkan kertas dari tray.
5. Bersihkan secara berkala
Matikan printer dan cabut kabel listrik sebelum membersihkan.
- Lap bagian luar dengan kain lembut yang sedikit lembap, lalu keringkan.
- Bersihkan debu pada jalur kertas dengan kuas halus atau kain kering.
- Bersihkan roller dengan kain lembap yang tidak berbulu bila terasa licin.
6. Lakukan nozzle check sebelum mencetak dokumen penting
Setelah printer lama menganggur, cetak pola uji (nozzle check) sebelum mencetak dokumen penting. Bila garis putus atau ada warna yang hilang, jalankan head cleaning satu kali, lalu cek ulang. Jangan mengulanginya berkali-kali berturut-turut karena pembersihan memakai cukup banyak tinta. Bila hasilnya belum baik, biarkan printer beberapa jam, lalu coba lagi.
7. Perbarui driver dan firmware
Periksa pembaruan dari situs resmi produsen, terutama setelah sistem operasi diperbarui, agar printer tetap terdeteksi dan berfungsi baik. Lakukan juga saat Anda hendak memakai kembali printer yang sudah lama tidak digunakan.
Jadwal Perawatan Sederhana
- Mingguan: nyalakan printer dan cetak satu halaman uji
- Bulanan: bersihkan bagian luar dan jalur kertas, periksa kondisi kertas
- Tiga bulan sekali: periksa pembaruan driver dan firmware
- Sebelum cetak penting: lakukan nozzle check
Bila Printer Akan Disimpan dalam Waktu Lama
- Cetak halaman uji dan pastikan printer berfungsi baik sebelum disimpan
- Ikuti petunjuk penyimpanan jangka panjang dalam buku manual produsen
- Bersihkan printer, lalu tutup rapat penutup dan tray
- Simpan dalam posisi datar, tidak miring atau terbalik
- Setelah lama disimpan, lakukan nozzle check dan head cleaning sebelum digunakan kembali
Printer Laser atau Inkjet: Mana yang Lebih Cocok untuk Penggunaan Jarang?
Printer laser memakai toner serbuk yang tidak mengering, sehingga umumnya lebih toleran terhadap penggunaan jarang. Printer inkjet memakai tinta cair yang bisa mengering, jadi perlu dicetak secara berkala. Bila Anda hanya mencetak dokumen teks sesekali, printer laser monokrom layak dipertimbangkan. Bila Anda sering butuh cetak warna atau foto, printer inkjet tetap bisa dipakai asalkan dirawat dengan rutin.
Kesimpulan
Printer yang jarang dipakai tetap perlu perhatian. Cetak halaman uji secara berkala, matikan dengan benar, jaga dari debu dan lembap, simpan kertas dengan baik, dan lakukan nozzle check sebelum mencetak dokumen penting. Dengan kebiasaan ini, printer tetap siap pakai ketika Anda membutuhkannya.