Dokumen sedang dicetak, tiba-tiba printer berhenti saat mencetak dan hanya sebagian halaman yang keluar. Situasi ini sering terjadi dan biasanya dapat diatasi sendiri tanpa memanggil teknisi. Berikut 5 cara menyiasatinya.

Penyebab Printer Berhenti di Tengah Proses

Printer yang berhenti saat mencetak jarang rusak total. Biasanya ada satu gangguan kecil yang membuat proses terhenti. Berikut penyebab yang paling sering terjadi:

  • Kertas macet atau habis. Kertas yang tersangkut di jalur kertas atau tray yang kosong akan menghentikan proses secara otomatis. Biasanya muncul pesan paper jam atau out of paper, dan lampu indikator pada printer menyala.
  • Tinta atau toner menipis. Beberapa printer berhenti ketika tinta atau toner terdeteksi habis, atau ketika kartrid tidak terpasang dengan benar. Tandanya, hasil cetak mulai pudar sebelum printer berhenti.
  • Koneksi USB atau jaringan terputus. Kabel yang longgar atau sinyal Wi-Fi yang tidak stabil membuat data berhenti dikirim dari komputer. Printer tampak “diam” dan statusnya bisa berubah menjadi offline.
  • Antrean cetak macet atau Print Spooler bermasalah. Satu dokumen yang error dapat menahan seluruh antrean. Dokumen tampak masih “sedang mencetak” di komputer, padahal printer tidak bergerak.
  • Driver bermasalah. Driver yang usang, rusak, atau tidak cocok dengan versi sistem operasi dapat membuat proses cetak berhenti tanpa pesan kesalahan yang jelas.
  • Printer terlalu panas. Pencetakan dalam jumlah besar secara terus-menerus dapat membuat printer berhenti sejenak untuk mendingin, terutama pada printer laser.

Cara Mengatasi Printer Berhenti Mendadak

1. Periksa Kertas dan Jalur Kertas

Pastikan kertas masih ada di tray dan tidak macet. Buka penutup printer dan tarik perlahan kertas yang tersangkut searah jalur kertas agar tidak robek. Setelah bersih, tutup kembali penutup dan lanjutkan mencetak. Gunakan kertas yang kering dan tidak kusut agar masalah tidak berulang.

2. Cek Level Tinta atau Toner

Beberapa printer berhenti mencetak bila tinta atau toner dianggap habis atau kartrid tidak terdeteksi. Periksa indikator di printer atau komputer. Bila perlu, keluarkan lalu pasang kembali kartrid dengan benar, atau ganti dengan yang baru.

3. Periksa Koneksi Printer

  • Pada printer USB: pastikan kabel terpasang kuat, atau coba port atau kabel lain.
  • Pada printer Wi-Fi: pastikan printer dan komputer terhubung ke jaringan yang sama dan sinyal stabil.
  • Pada printer jaringan: periksa apakah printer masih terdeteksi dengan alamat yang benar.

4. Bersihkan Antrean Cetak dan Restart Print Spooler

  1. Buka daftar antrean cetak, lalu pilih Cancel All Documents.
  2. Tekan Windows + R, ketik services.msc, lalu tekan Enter.
  3. Cari Print Spooler, klik kanan, lalu pilih Restart.
  4. Cetak ulang dokumen Anda.

5. Restart Perangkat dan Perbarui Driver

Matikan printer dan komputer, tunggu sekitar satu menit, lalu nyalakan kembali. Bila masalah berulang, perbarui driver dari situs resmi produsen printer. Pada pencetakan dokumen yang sangat banyak, beri jeda agar printer tidak terlalu panas.

Tips Mencegah Printer Berhenti di Tengah Pencetakan

  • Pastikan kertas dan tinta atau toner cukup sebelum mencetak dalam jumlah besar
  • Gunakan kertas sesuai spesifikasi printer
  • Jaga koneksi tetap stabil
  • Bersihkan printer secara berkala
  • Perbarui driver dan firmware

Kapan Harus Memanggil Teknisi?

Bila printer tetap berhenti mendadak meski semua langkah di atas sudah dicoba, atau muncul kode kesalahan yang tidak hilang, sebaiknya hubungi teknisi atau layanan resmi produsen.

Kesimpulan

Printer berhenti saat mencetak biasanya dapat diatasi dengan memeriksa kertas, tinta atau toner, koneksi, antrean cetak, serta merestart perangkat dan memperbarui driver. Mulailah dari langkah paling sederhana untuk menemukan penyebabnya.